• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Welcome:Selamat datang di website pupuk Sarana Tani produksi CV.Sarana badi Indonesia
  • Pupuk Unggulan:Pupuk saranatani merupakan pupuk unggulan yang sangat lengkap untuk pertanian dan perkebunan
  • Orentasi Organik:Kebutuhan akan kestabilan alam guna menunjang keberlangsungan pertanian
  • Mudah diaplikasikan:Sangat mudah digunakan dan didukung dengan support dari tim ahli guna mendapatkan hasil pertanian yang maksimal
  • let's join us:dengan menggunakan produk organik berarti kita ikut melestarikan alam untuk keberlangsungan kehidupan bersama
  • Welcome

    Selamat Datang Di website pupuk Sarana Tani

  • Pupuk Organik Unggulan

    Merupakan Pupuk organik andalan dari CV. Sarana Abadi Indonesia dimana Unsur Hara makro dan Mikro-nya yang dimiliki mencukupi kebutuhan tumbuhan. Kemudian dilengkapi dengan bioteknologi dan penyeimbang Tanah yang menopang tumbuh kembangnya tanaman

  • Tumbuh Bersama Sarana Tani

    Dengan Prospek Pertanian yang sangat besar dan minat masyaraka akan produk organik kami mengundang anda menjadi partner bisnis kami untuk menyebarkan pupuk ini keseluruh Indonesia

  • Green Land 2013

    Motto Kami untuk menghijaukan kembali pertanian untuk menopang keberlangsungan hidup manusia

Selasa, 28 Agustus 2012

Fungsi Unsur Hara

Posted by saranatani On 20.42



Tiap-tiap unsur hara mempunyai fungsi tersendiri dan mempengaruhi proses-proses tertentu dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Berikut ini uraian singkat mengenai fungsi unsur hara bagi tanaman.

1.     Karbon (C)
Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02.

2.     Oksigen (O)
Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan organik, diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan diperlukan untuk bernafas.

3.     Hidrogen (H)
Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya tidak terbatas.

4.     Nitrogen (N)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: NO3- NH4+

Fungsi nitrogen bagi tanaman adalah:
a.    Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.
b.   Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis.
c.    Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.
d.   Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
e.   Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

Sumber nitrogen adalah:
a.    Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat nitrat, yang kemudian dibawa air hujan meresap ke bumi.
b.   Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis.
c.    Mikrobia atau bakteri-bakteri.
d.   Pupuk buatan seperti Urea dan ZA

5.     Fosfor (P)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: H2PO4- HPO4–

Peran fosfor dalam tanaman adalah:
a.    Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.
b.   Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.
c.    Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
d.   Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.

6.     Kalium (K)
Diambil dan diserap tanaman dalam bentuk: K+

Fungsi kalium bagi tanaman adalah:
a.    Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
b.   Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
c.    Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
d.   Meningkatkan mutu dari biji/buah.

Sumber-sumbernya adalah:
a.    Beberapa jenis mineral
b.   Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.
c.    Air irigasi serta larutan dalam tanah.
d.   Pupuk buatan seperti KCl dan ZK.
e.   Abu tanaman, misalnya abu daun teh muda mengandung sekitar 50% K2O.

7.     Kalsium (Ca)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++

Fungsi kalsium bagi tanaman adalah:
a.    Merangsang pembentukan bulu-bulu akar.
b.   Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman.
c.    Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji.
d.   Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme.
e.   Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah.

8.     Magnesium (Mg)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++

Fungsi magnesium bagi tanaman adalah:
a.    Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil.
b.   Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut organic pyrophosphatse dan carboxy peptisida.
c.    Berperan dalam pembentukan buah.

Sumber-sumber magnesium adalah:
a.    Batuan kapur (dolomit limestone) CaCO3MgCO3.
b.   Garam Epsom (epsom salt) MgSO4  7H2O
c.    Kleserit MgSO4  H2O
d.   Magnesia MgO
e.   Zat ini berasal dari air laut yang telah mengalami proses sedemikian:
Mg Cl2 + Ca(OH)2 —— Mg (OH)2 + Ca Cl2
Mg (OH)2 —— panas —— Mg O + H2O
f.     Terpentin Mg3SiO2 (OH)4
g.    Magnesit MgCO3
h.   Karnalit MGCl2KCl  6H2O
i.     Basic Slag.
j.     Kalium Magnesium Sulfat (Sulfat of Potash Magnesium).

9.     Belerang (S)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4-

Fungsi belerang bagi tanaman adalah:
a.    Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar.
b.   Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine.
c.    Membantu pertumbuhan anakan produktif.
d.   Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain.
e.   Membantu pembentukan butir hijau daun.

Sumber-sumber belerang adalah:
a.    Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.
b.   Bahan ikutan dari pupuk anorganik (buatan) seperti pupuk ZA dan pupuk Superfosfat.

10. Besi (Fe)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++

Fungsi hara besi bagi tanaman adalah:
a.    Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil).
b.   Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein.
c.    Zat besi terdapat dalam enzim catalase, peroksidase, prinodic hidroginase dan cytohrom oxidase.

Sumber-sumber besi adalah:
a.    Batuan mineral Khlorite dan Biotit.
b.   Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.

11. Mangan (Mn)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++

Fungsi mangan bagi tanaman adalah:
a.    Untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C.
b.   Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
c.    Berperan sebagai enzim peroksidase dan sebagai aktivator macam-macam enzim.
d.   Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi.

Sumber-sumber mangan adalah:
a.    Batuan mineral Pyroluste Mn O2.
b.   Batuan mineral Rhodonite Mn SiO3.
c.    Batuan mineral Rhodochrosit Mn CO3.
d.   Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.

12. Tembaga (Cu)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++

Fungsi tembaga bagi tanaman adalah:
a.    Diperlukan dalam pembentukan enzim, seperti ascorbic acid oxydase, lacosa, butirid coenzim a. dehidrosenam.
b.   Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil).

13. Seng (Zn)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++

Fungsi hara seng bagi tanaman adalah:
a.    Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan.
b.   Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
c.    Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.

Dalam tanah, seng terdapat dalam bentuk:
a.    Sulfida Zn S
b.   Calamine Zn CO3

14. Molibdenum (Mo)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-

Fungsi hara molibdenum bagi tanaman adalah:
a.    Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa.
b.   Sebagai katalisator dalam mereduksi N.
c.    Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran.

Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2.

15. Boron (Bo)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-

Fungsi boron bagi tanaman adalah:
a.    Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman.
b.   Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan.
c.    Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar.
d.   Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca).
e.   Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit.

Boron dalam tanah terdapat dalam bentuk:
a.    Datolix Ca (OH)2 BoSiO4
b.   Borax Na2 Bo4 O2 10H2O

16. Khlor (Cl)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl-

Fungsi khlor bagi tanaman adalah:
a.    Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran.
b.   Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman.
c.    Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas, sisal.

Disamping ke-16 unsur hara di atas masih ada unsur-unsur lain yang berhubungan erat dengan tanaman, yaitu:
1.     Natrium (Na)
Natrium dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman apabila tanaman yang dimaksud menunjukkan gejala kekurangan Kalium (K).

Natrium dalam proses fisiologi dengan K, yaitu menghalangi atau mencegah pengambilan/penyerapan K yang berlebihan.

2.     Silikum (Si)
Tanaman rumput-rumputan, seperti alang-alang dan padi ternyata banyak yang menyerap Si.

Dibandingkan dengan unsur hara N dan P, ternyata Si dalam tanaman lebih besar jumlahnya.

3.     Nikel (Ni)
Unsur ini merupakan aktifator daripada enzim, dalam bentuknya yang kecil dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
4.     Titan (Ti)
Unsur Titan selalu terdapat dalam tanaman, dan banyak terdapat pada nodula dan legum. Dengan pemberian Ti SO4 nodula akan bertambah sedangkan fiksasi menjadi lebih meningkat.

5.     Selenium (Se)
Jumlah yang berlebihan tidak menimbulkan kerusakan bagi tanaman, akan tetapi menimbulkan keracunan bagi binatang yang memakan tumbuhan tersebut.

6.     Vanadium (V)
Berfungsi mempercepat reproduksi azotobacter yang mengakibatkan meningkatnya fiksasi N dari udara.

7.     Argon (Ar)
Unsur Argon dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Kelebihan unsur ini dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Keracunan akar oleh Argon banyak terdapat pada tanah persawahan.

8.     Yodium (I)
Unsur yodium walaupun keadaannya sedikit ternyata diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat.


Sumber: Pustaka Negeri

Kamis, 09 Agustus 2012

Zeolit Untuk Pertanian

Posted by saranatani On 19.57

Kesuburan ini dapat digolongkan dalam tiga kelompok yaitu: kesuburan fisika, kimia dan biologi.

Untuk mengatasi menurunnya kesuburan tanah ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Termasuk dengan cara memberikan bahan pembenah tanah. Bahan pembenah tanah ini antara lain adalah batuan alami zeolit.

Batuan zeolit adalah mineral alami berbahan dasar kelompok alumunium silikat yang terhidrasi logam alkali dan alkali tanah (terutama Na dan Ca). Batuan ini berwama abu-abu sampai kebiru-biruan. Para ahli mineralogi menyatakan zeolit mengandung lebih dari 30 mineral alami. Diantaranya: Natrolit, Thomsonit, Analit, Hendalit, Clinoptilotit dan Mordernit.

Abu Vulkanis

Mineral ini berasal dari tufa abu vulkanis. Pertama kali ditemukan oleh mineralogist Swedia, Axel Frederick Crontstedt. Nama zeolit sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya batu yang mendidih. Karena salah satu karakternya melepas air yang dikandungnya waktu dipanaskan sehingga nampak seperti batu yang mendidih. Dengan pemanasan sampai 500 derajat C maka zeolit akan mengalami aktifasi, berupa kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi. Kemampuan mengikat kation inilah yang akan banyak dibahas dalam penulisan masalah zeolit ini.

Nilai KPK ini merupakan parameter tingkat kesuburan suatu jenis tanah. Maka apabila zeolit yang sudah diproses kemudian diberikan pada lahan pertanian akan meningkatkan nilai KPK tanah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Nilai KPK ini akan menentukan kemampuan tanah untuk mengikat (mengawetkan) pupuk yang diberikan.

Misalnya tanah dipupuk dengan Urea. Dalam tanah urea akan membentuk ion amonium (NH4+), ion ini apabila tidak diikat oleh tanah (zeolit) maka akan terbuang percuma lewat air irigasi. Dengan demikian unsur hara yang diberikan lewat pemupukan akan lebih efisien apabila tanah pertanian diberi zeolit. Zeolit tidak hanya mengawetkan unsur N saja, tetapi juga K, Ca dan Mg.

Kemampuan mengawetkan pupuk ini berarti akan menghemat beaya pemupukan. Secara kasar petani di eks Karesidenan Surakarta bisa menghitung apabila menggunakan zeolit maka akan menghemat pupuk sekitar 30 % dari dosis yang diberikan. Hal ini tanpa mengurangi produksi tanaman padi. Bahkan untuk tanah dengan kandungan P sedang sampai cukup selama tiga musim tanam berturut-turut petani tidak menggunakan pupuk P (TSP atau SP 36), hanya dengan menambahkan zeolit pada pupuk mereka.

Zeolit bisa menggantikan peran pupuk P sebagai pupuk dasar. Zeolit adalah bahan pedamping pupuk Urea, SP-36 dan KCI, bukan pengganti pupuk tersebut. Tetapi dalam bahasa bisnis sering dikatakan sebagai pupuk dasar (pupuk P) yang murah.

Kandungan Utama

Secara kimia kandungan zeolit yang utama adalah: Si02 = 62,75%; A1203 =12,71 %; K20 = 1,28 %; CaO = 3,39 %; Na2O = 1,29 %; MnO = 5,58 %; Fe203 = 2,01 %; MgO = 0,85 %; Clinoptilotit = 30 %; Mordernit = 49 %. Sedangkan nilai KPK antara 80 - 120 me/100 gr, nilai yang tergolong tinggi untuk penilaian tingkat kesuburan tanah. Nilai KPK ini akan menentukan kemampuan bahan tersebut untuk menyimpan pupuk yang diberikan sebelum diserap tanaman.

Secara umum fungsi zeolit bagi lahan pertanian adalah:

1. Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air irigasi lahan persawahan.

2. Menjaga keseimbangan pH tanah.

3. Mampu mengikat logam berat yang bersifat meracun tanaman misalnya Pb dan Cd.

4. Mengikat kation dari unsur dalam pupuk misalnya NH4+ dari urea K+ dari KC1, sehingga penyerapan pupuk menjadi effisien (tidak boros).

5. Ramah lingkungan karena menetralkan unsur yang mencemari lingkungan.

6. Memperbaiki struktur tanah (sifat fisik) karena kandungan Ca dan Na.

7. Meningkatkan KPK tanah (sifat kimia).

8. Meningkatkan hasil tanaman.

Bahan organik dalam fungsinya sebagai pemantap tanah, maka zeolit akan lebih unggul. Secara teknis sebenarnya bahan organik juga bisa menggantikan peran zeolit. Tetapi ada beberapa kelemahan dari bahan organik sehubungan dengan aplikasinya di lahan pertanian. Kelemahan itu antara lain bahan organik akan melepaskan asam-asam organik yang akan menurunkan pH tanah. Menurunnya pH tanah berarti menurun pula tingkat kesuburan tanah.

Bahan organik juga mempunyai sifat mengikat dan tidak akan melepaskan unsur-unsur mikro (chellating agent) sehingga tanaman kekurangan unsur mikro (Fe, Mn, Cu dan Mo).

Penggunaan zeolit dalam lahan pertanian ibarat memberi makan tanaman dengan wadahnya. Jadi apabila tanah diberi pupuk dengan tambahan zeolit, maka ibaratnya zeolit adalah wadahnya dan pupuk adalah makanannya. Dengan demikian pupuk (makanan) yang diberikan pada tanaman akan selalu tersedia dan awet karena tidak tercecer kemana-mana.

Phospat Untuk Pertanian

Posted by saranatani On 19.52


Phospat atau fosfat adalah sebuah ion poliatomik atau radikal terdiri dari satu atom fosforus dan empat oksigen. Dalam bentuk ionik, fosfat membawa sebuah -3 muatan formal, dan dinotasikan PO43-.

Fosfat merupakan satu -satunya bahan galian (diluar air) yang mempunyai siklus, unsur fosfor di alam diserap oleh mahluk hidup, senyawa fosfat pada jaringan mahluk hidup yang telah mati terurai, kemudian terakumulasi dan terendapkan di lautan.  Proses terbentuknya endapan fosfat ada tiga:

1.Fosfat primer terbentuk dari pembekuan magma alkali yang bersusunan nefelin, syenit dan takhit, mengandung mineral fosfat apatit, terutama fluor apatit {Ca5 (PO4)3 F}dalam keadaan murni mengandung 42 % P2 O5 dan 3,8 % F2.

2.Fosfat sedimenter (marin), merupakan endapan fosfat sedimen yang terendapkan di laut dalam, pada lingkungan alkali dan suasana tenang, mineral fosfat yang terbentuk terutama frankolit.

3.Fosfat guano, merupakan hasil akumulasi sekresi burung pemakan ikan dan kelelawar yang terlarut dan bereaksi dengan batugamping karena pengaruh air hujan dan air tanah. Berdasarkan tempatnya endapan fosfat guano terdiri dari endapan permukaan, bawah permukaan dan gua.

Unsur P dalam phospat adalah (Fosfor) sangat berguna bagi tumbuhan karena berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar terutama pada awal-awal pertumbuhan, mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah.

Pada tanaman jika terjadi kekurangan unsur ini, maka gejala yang tampak pada tanaman adalah daun berubah tua agak kemerahan, pada cabang, batang, dan tepi daun berwarna merah ungun yang lambat laun berubah menjadi kuning. pada buah tampak kecil dan cepat matang.

Dalam karyanya banyak direferensikan 1987 makalah berjudul "Mengapa Memilih Fosfat Alam" (1), Frank Westheimer menyebutkan laju konstanta pada 35 C untuk saponifikasi dari (CH3O) 2PO2-adalah 2,0 E-9 (1/mol sec); (CH3O) 3P = O adalah 3,4 E-4 (1/mol detik), dan untuk etil asetat 1,0 E-2 (1/mol detik).

Frank Westheimer mengamati bahwa diesters fosfat memiliki properti sangat berguna sebagai kelompok menghubungkan untuk asam nukleat. Oksigen dibebankan pada (RO) 2P (= O) O-melayani beberapa tujuan. Kehadiran linker DNA dan RNA kompatibel dengan lingkungan hidrofilik dalam sel tumbuhan.

Fungsi lain mencegah polimer asam nukleat dari migrasi ke lingkungan hidrofobik ditemukan dalam selaput sel pada tumbuhan.

Para ahli kimia menemukan fakta bahwa fosfat sangat diperlukan untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Perubahan pola industri pertanian yang mengarah pada pola Organik membuat pupuk berbahan fosfat kini mulai dicari.

Fosfat di Indonesia

Fosfat banyak ditemukan di Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan NTT, sedangkan tempat lainnya adalah Sumatera Utara, Kalimantan, dan Irian Jaya.

Di Tuban (Jawa Timur) penambangan fosfat masih dilakukan secara tradisional.  Data statistik menunjukkan jumlah cadangan yang telah diselidiki adalah 2,5 juta ton endapan guano (kadar P2O5= 0,17-43 %).

Di Indonesia, eksplorasi fosfat dimulai sejak tahun 1919. Umumnya, kondisi endapan fosfat guano yang ada ber-bentuk lensa-lensa, sehingga untuk penentuan jumlah cadangan, dibuat sumur uji pada kedalaman 2 -5 meter. Selanjutnya, pengambilan conto untuk analisis kandungan fosfat. Eksplorasi rinci juga dapat dilakukan dengan pemboran apabila kondisi struktur geologi total diketahui.

Pemanfaatan Fosfat

Lebih dari 90% produksi fosfat di Indonesia, khususnya kalsiumfosfat Ca3(PO4)2, digunakan untuk keperluan industri pupuk, baik pupuk alam maupun pupuk buatan. Sisanya dikonsumsi oleh berbagai industri seperti kaca lembaran, karet, industri kimia, dan lain-lain.
Penggunaan fosfor dalam bentuk unsur digunakan untuk keperluan fotografi, korek api, bahan peledak dan lain-lain. Terdapat dua tipe dari unsur fosfor, yaitu fosfor putih dan fosfor merah.
Fosfor putih hampir tidak larut dalam air, larut dalam alkohol dan larutan organik tertentu. Fosfor putih digunakan dalam pembuatan asam fosfat (H3PO4) dan bila dicampurkan dengan lelehan metal seperti timah dan tembaga menghasilkan alloy tertentu (special alloy), fosfor dalam bentuk ferro fosfor digunakan dalam berbagai industri metallurgi, untuk memperoleh logam dengan standar dan keperluan tertentu.

Deposit fosfat yang ditemukan di Indonesia mempunyai kadar rendah sampai sedang, meskipun pada lokasi tertentu dapat mencapai kadar 40% P2O5. Terdapat pada daerah yang terpencar, berupa endapan fosfat gua atau batugamping fosfatan. Belum ditemukan deposit dalam jumlah yang cukup besar, kecuali untuk diusahakan dalam skala kecil.

Untuk pemupukan tanah, fosfat dapat langsung digunakan setelah terlebih dahulu dihaluskan (sebagai pupuk alam). Akan tetapi untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan lain-lain, pupuk alam ini tidak cocok, karena daya larutnya yang sangat kecil di dalam air sehingga sulit diserap oleh akar tanaman pangan tersebut. Untuk itu sebagai pupuk tanaman pangan, fosfat perlu diolah menjadi pupuk buatan.
Variabel yang sangat menentukan bagi fosfat sebagai pupuk alam adalah nilai kelarutannya terutama kelarutan dalam asam sitrat 2 %, kelarutan pada asam tersebut mencerminkan seberapa besar fosfat yang dapat diserap oleh akar tanaman.
Nilai kelarutan fosfat dalam air ditentukan oleh jenis mineral fosfat, mineral hidroksiapatit merupakan mineral fosfat yang mempunyai kelarutan tinggi, dengan demikian idealnya untuk pupuk alam digunakan endapan fosfat yang kandungan mineral hidroksiapatitnya cukup tinggi.

Pupuk superfosfat terdiri dari : Single Super Phosphate (SSP), Triple Super Phosphate (TSP), Monoammonium Phosphate (MAP), Diammonium Phosphate (DAP), Nitro Phosphate (NP), Ammonium Nitro Phosphate (ANP).
Superfosfat merupakan campuran antara monokalsium fosfat dan kalsium sulfat. Salah satu bentuk pupuk buatan adalah Super Fosfat, yaitu hasil reaksi antara tepung fosfat alam berkadar 30% P2O5 dengan asam sulfat pekat (Moersidi Sediyarso, 1998).

Fosfat
Sebagai pupuk alam harus memenuhi persyaratan SNI No. 02 - 3776, Tahun 1995 (Tabel 1),  sebagai bahan baku asam fosfat harus memenuhi persyaratan seperti pada Tabel 4. Pembagian mutu fosfat menurut SII terbagi dua, yaitu fosfat mutu I dan fosfat mutu II, persyaratannya seperti tertera pada Tabel 2 dan Tabel 3.

Di luar kegunaannya sebagai bahan pupuk,  fosfat dalam bentuk senyawa lain digunakan dalam berbagai industri. Asam fosfat direaksikan dengan soda abu atau batu kapur, akan diperoleh senyawa fosfat tertentu. Asam fosfat dengan batugamping akan membentuk dikalsium fosfat yang merupakan bahan dasar pasta gigi dan makanan ternak. Reaksi sederhananya sebagai berikut:

Ca3 (PO4)2 + CaCO3 =====> Ca HPO4 (dikalsium fosfat)

Asam fosfat direaksikan dengan soda abu menghasilkan 3 produk dengan fungsi berbeda. Reaksi sederhananya sebagai berikut :

H3 PO4 + Soda abu ======> 1,2,3.

1.  Sodium tripoly phosphate
-----> sebagai bahan detergent

2.    Sodium triotho phosphate
-----> pelembut air

3.    Tetra sodium pyro phosphate
------> industri keramik.
Tabel  1. Persyaratan Pupuk Fosfat Alam Menurut SNI No. 02-3776 Tahun 1995
Uraian
Persyaratan
Kualitas A
Kualitas B
Kualitas C
Kadar Unsur Hara Fosfat sebagai P2O5
a. Total (Asam Mineral)
min     28 %
min   24 %
min    18 %
b. Larut dalam Asam sitrat 2 %
min     10 %
min     8 %
min      6 %
Kadar Ca dan Mg setara CaO
min     40 %
min   40 %
min    35 %
Kadar R2O3 (Al2O3 + Fe2O3)
maks    3 %
maks   6 %
maks  15 %
Kadar Air
maks    3 %
maks   3 %
maks    3 %
Kehalusan
a. Lolos 80 mesh
min     50 %
min    50 %
min    50 %
b. Lolos 25 mesh
min     80 %
min    80 %
min    80 %
Tabel 2. Fosfat Mutu I, Menurut SII No. 0029 Tahun 1973
No.
Uraian
Nilai
1.
Fosfat larut dalam asam mineral
P2O5 > 19 %
2.
Fosfat larut dalam asam sitrat 2 %
P2O5 > dari 80 % P2O5 yang larut dalam asam mineral
3.
Kehalusan 80 mesh
> 90 %
Tabel 3. Fosfat Mutu II, Menurut SII No. 0029 Tahun1973
No.
Uraian
Nilai
1.
Fosfat larut dalam asam mineral
P2O5 > 11 %
2.
Fosfat larut dalam asam sitrat 2 %
P2O5 > dari 30 % P2O5 yang larut dalam asam mineral
3.
Kehalusan 80 mesh
> 90 %
Tabel 4. Spesifikasi Bahan Galian Fosfat Untuk Bahan Baku Asam Fosfat
No.
Uraian
Batasan (%)
No.
Uraian
Batasan (%)
1.
P2O5
Min        32,00
7.
Cl
Max         0,03
2.
H2O
Max         2,00
8.
F
3,50   -     4,00
3.
Fe2O3 + Al2O3
Max         0,80
9.
CO2
4,50   -     6,00
4.
CaO
Min         51,00
10.
T - SiO2
4,00   -     5,50
5.
MgO
Max          0,40
11.
Organik Carbon
Max          0,60
6.
Na2O
Max          0,75
12.
K2O
Max          0,25
Ukuran butiran
13.
+ US Mesh 4
Max          0,75
14.
+ US Mesh 20
Min         96,00

DAFTAR PUSTAKA
  1. F.H. Westheimer, Science, 1987, 235(4793), 1173-1178.
  2. Pasek, M.A. PNAS, 22 Januari 2008, vol 105, no. 3, 853-858.
  3. Makalah Endapan Fosfat di Madura : Fatah Yusuf- Sub Dit. Eksplorasi Mineral Industri dan Batuan
  4. Moersidi Sediyarso, 1998, P-Alam sebagai Pupuk P untuk Budidaya Pertanian.
 sumber : http://wartapedia.com/edukasi/ensiklopedia/143-phospat-atau-fosfat.html